Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Kabar Kuliner
BPS ungkap Oktober selalu alami inflasi bulanan, kecuali pada 2022
BetFoodie Lidah Indonesia2026-03-05 03:04:43【Kabar Kuliner】584 orang sudah membaca
PerkenalanPramuniaga melakukan siaran langsung penjualan perhiasan emas di sebuah gerai di Kota Malang, Jawa T

Jakarta (ANTARA) - Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Pudji Ismartini mengangakan bahwa inflasi bulanan secara konsisten terjadi setiap Oktober selama empat tahun terakhir, kecuali pada Oktober 2022.
“Secara historis, pada setiap Oktober sejak 2021 hingga 2025 ini mengalami inflasi, kecuali pada Oktober 2022 yang mengalami deflasi,” kata Pudji Ismartini di Jakarta, Senin.
Ia mengangakan bahwa inflasi pada Oktober 2025 menjadi yang tertinggi dibandingkan tingkat inflasi pada Oktober 2021-2024, mencapai 0,28 persen month-to-month(mtm).
Ia juga mengangakan tingkat inflasi tersebut disumbangkan oleh emas perhiasan (0,21 persen), cabai merah (0,06 persen), telur ayam ras (0,04 persen), daging ayam ras (0,02 persen), serta wortel (0,01 persen).
Sementara itu, BPS mencatat inflasi bulanan pada Oktober 2021 mencapai 0,12 persen mtm, yang dipicu oleh kenaikan harga cabai merah dan minyak goreng yang memiliki andil inflasi masing-masing sebesar 0,05 persen.
Tarif angkutan udara juga berkontribusi terhadap inflasi pada bulan tersebut sebesar 0,03 persen, daging ayam ras sebesar 0,02 persen dan rokok kretek filter sebesar 0,01 persen.
Setahun kemudian, pada Oktober 2022, justru terjadi deflasi sebesar 0,11 persen mtm. Namun, sejumlah komoditas masih memberikan andil inflasi, seperti beras dan bensin masing-masing sebesar 0,03 persen, serta tukang bukan mandor, bahan bakar rumah tangga, dan rokok kretek filter masing-masing sebesar 0,01 persen.
Pudji mengangakan tren inflasi kembali muncul pada Oktober 2023 dengan tingkat inflasi 0,17 persen mtm dengan beras, bensin, cabai rawit, tarif angkutan udara, dan cabai merah menjadi pendorong utama.
Ia juga mengangakan masing-masing komoditas berkontribusi terhadap inflasi sebesar 0,06 persen, 0,04 persen, 0,03 persen, 0,02 persen, dan 0,01 persen.
Sementara itu, pada Oktober 2024, inflasi tercatat sebesar 0,08 persen mtm yang disumbangkan oleh kenaikan harga emas perhiasan dengan andil 0,06 persen, daging ayam ras 0,04 persen, bawang merah 0,03 persen, serta tomat dan nasi dengan lauk masing-masing 0,02 persen.
“Dan berdasarkan historis, di setiap Oktober dari 2021 hingga 2025 (kecuali pada 2022), komoditas yang menyumbang inflasi umumnya merupakan komoditas dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau dan merupakan komoditas komponen harga bergejolak,” ujar Pudji.
Suka(5778)
Sebelumnya: Nasib perempuan Gaza dua tahun sejak konflik pecah
Selanjutnya: Benarkah kecoak bisa cemari udara rumah?
Artikel Terkait
- Joyland Sessions digelar November, ada L'Impératrice hingga TV Girl
- Pemkot Padang ingatkan SPPG disiplin jalankan prosedur MBG
- Jelang akhir tahun, simak 8 ide liburan yang ngak biasa dan seru
- Konsumsi gluten bagi yang alergi berisiko picu kerusakan pencernaan
- PBB dan mitranya tingkatkan respons pascagempa di Afghanistan
- PBB siapkan rencana bantuan besar untuk Gaza usai gencatan senjata
- 1.200 paket sembako disalurkan kepada penyintas kebakaran Tangki
- Penjualan bebas bea di pulau resor China naik selama libur Pekan Emas
- Menlu Belanda harap rencana Trump permudah akses bantuan ke Gaza
- Pemkab OKU Selatan luncurkan Program MBG di Rantau Panjang
Resep Populer
Rekomendasi

Jarang diketahui, ini deretan khasiat bawang putih bagi tubuh

Puluhan tenaga SPPG di Semarang dilatih pengelolaan pangan halal

BPJPH tegaskan kuliner halal representasikan budaya bangsa

BGN: Pegawai SPPG yang korupsi akan diproses hukum hingga pemecatan

SPPG Meruya Selatan akui adanya uji organoleptik menu pradistribusi

Legislator: UU Kepariwisataan tandai perubahan pembangunan pariwisata

Pemkot Padang ingatkan SPPG disiplin jalankan prosedur MBG

Pemkab OKU Selatan luncurkan Program MBG di Rantau Panjang